MAKALAH
KERAJAAN SAFAWI
Makalah ini di susun untuk memenuhi salah satu tugas terstruktur dari mata kuliah
Sejarah Peradaban Islam
Dosen Pengampu :
Drs.H.Wahyudin,M.Pd
Di susun oleh :
Eka Hertika
10.07.0230
PENDIDIKAN GURU MADRASAH IBTIDAIYAH (PGMI)
FAKULTAS TARBIYAH
INSTITUN AGAMA ISLAM DARUSSALAM (IAID)
DARUSSALAM-CIJEUNGJING-CIAMIS
2011
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Pada masa Nabi Muhammad sudah wafat banyak sekali muncul gerakan tarekah-tarekah yang berbeda,salah satunya yaitu tarekah Safawi yang pada akhirnya menjadi sebuah kerajaan.
Terkadang generasi muda sekarang hampir sudah melupakan sejarah-sejarah islam terdahulu,maka dari itu saya di sini mencoba mengulas sedikit tentang sejarah kerajaan safawi.
B. Tujuan Penulisan
Makalah ini saya tulis untuk :
1. memenuhi salah satu tugas terstruktur dari mata kuliah sejarah peradaban islam.
2. Untuk member sedikit penjelasan tentang bagaimana latar belakang munculnya kerajaan safawi.
C. Rumusan Masalah
1. Bagaimana latar belakang berdirinya kerajaan Safawi?
2. Siapa pendiri kerajan Safawi?
3. Bagaimana pertumbuhan dan perkembangan pemerintahan Safawi?
4. Dalam bidang apa saja kemajuan kerajaan Safawi?
D. Teknik Penulisan
Penulisan makalah ini diperoleh dengan menggunakan metode kepustakaan, yaitu metode dengan menggunakan referensi dari buku - buku yang bersangkutan untuk menjadi bahan materi pembuatan makalah. Dan metode obyektif yang diperoleh dari informasi internet.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Latar belakang Kerajaan Safawi
Nabi Muhammad Saw telah mengirim surat kepada raja Kisra dari dinasti Sasan di Persia,islam masuk ke Persia pada jaman Abu Bakar dan berhasil menaklukan Qadisiah,ibu kota dinasti Sasan.Melalui Persia tentara islam melakukan penaklukan ke Sind (India),Dinasti Umayyah kemudian menaklukan wilayah-wilayah di Persia sehingga luas wilayahnya hampir menyamai luas kekuasaan kemaharajaan Persia yang sebelumnya ditaklukan Iskandar Agung pada jaman Dinasti Abbas,unsur-unsur Persia mewarnai berbagai kegiatan ilmiah.
Sisa-sisa Dinasti Sasaniyah yaitu Baduspaniah bertahan hingga masa Syah Abbas dari Safawiah berakhir.Disamping itu selain Safawi di Persia terdapat kerajaan local (semacam distrik)
Yang berada di bawah Dinasti yang lebih besar.Dinasti-dinasti tersebut adalah:
a. Dinasti Bawandiah di Tabaristan
b. Dinasti Rawadiah di Tabaristan
c. Dinasti Thahiriah
d. Dinasti Safariah
e. Dinasti Buaihi
f. Dinasti Kakuniyah
g. Dinasti Saljuk,akhir dinasti Saljuk di tandai dengan dinasti-dinasti yang lebih kecil lagi.
Salah satu dinasti kecil itu ialah II khaniyah dengan ibu kota Tabris dan Maragha.Dinasti Saljuk telah mewariskan pola-pola yang khas,yaitu iqtha (penyebaran pasukan dengan member hak pengelolaan tanah kepada panglima) kepada II khaniyah.Dinasti ini juga berkali-kali menghadapi serangan Mongol.Salah satu cirri kemajuannya ialah penulisan sejarah yang dilakukan oleh Al-juaini yang menulis buku Futul al-buldan dan Rasyid al-din yang menulis buku Jawami al-tawarikh.
Dinasti II khaniyah berakhir karena terpecah-pecah menjadi dinasti yang lebih kecil-kecil lagi.kemudian dinasti kecil itu ditundukan oleh Timur Lenk yang dikenal dengan dinasti Timuriah,kemudian Timuriah pecah menjadi dua yaiti :
1. Ulugha Bek (1404-1449) menguasai Transoxiana dan sekitarnya
2. Sultan Husen (1441-1449) menguasai Heart
Dinasti ini berjalan tidak stabil karena serangan Mongol dan campur tangan Turki.Oleh karena itu kelompok yang tidak puas mencoba mengubah pola kekuasaan dengan melakukan gerakan-gerakan.Salah satunya gerakan tarekat Safawiah yang di pimpin oleh Syaikh Safi al-Din (1252-1334).
B. Pendiri Kerajaan Safawi
Kerajaan islam di Persia (kini iran) ini didirikan oleh Syah ismail (Ismail I) pada tahun 907 H/1501 M di Tabriz.
Kerajaan Safawi berasal dari sebuah gerakan tarekat yang berdiri di Ardabil,sebuah kota di Azerbaijan.tarekat ini diberi nama tarekat Safawiyah nama Safawiyah diambil dari nama pendirinya yaitu Syaikh Safi al-Din,ia belajar dari seorang sufi yang bernama Taj al-Din Ibrahim Zahidi yang dikenal dengan julukan Zahid al-Gilan. Syaikh Safi al-Din diambil mantu oleh gurunya dan setelah gurunya wafat (1301 M) ia menggantikan kedudukan gurunya sebagai guru tarekat.aliran tarekat ini pada awalnya hanya mengajarkan ilmu tarekat kepada muridnya yang dating dari berbagai daerah khususnya dari Iran.Setelah berkembang dan memiliki pengikut yang cukup banyak,aliran tarekat ini berkembang menjadi gerakan politik,akhirnya berhasil membangun satu kerajaan yang diberi nama kerajaan Safawi.
Kerajaan Safawi adalah salah satu dari tiga kerajaan besar di dunia islam pada abad pertengahan.Kerajaan ini disebelah barat berbatasan dengan kerajaan Usmani di Turki dan di sebelah timur berbatasan dengan kerajaan Mogul di India.
Kerajaan Safawi di Persia ii baru berdiri ketika kerajaan Usmani mencapai puncak kejayaannya.kerajaan ini berkembang dengan cepat dalam perkembangannya kerajaan Safawi sering bentrok dengan kerajaan Turki Usmani.
Kerajaan Safawi sangat besar pengaruhnyaterutama di wilayah Persia dan lebih khusus di Iran.Kerajaan Safawi inilah yang menjadikan Negara Iran sebagai pusat pengembangan ajaran syiah sampai saat ini.
C. Pertumbuhan Dan Perkembangan Pemerintahan Safawi
Berikut merupakan urutan penguasa kerajaan Safawi :
1. Isma'il I (1501-1524 M)
2. Tahmasp I (1524-1576 M)
3. Isma'il II (1576-1577 M)
4. Muhammad Khudabanda (1577-1587 M)
5. Abbas I (1587-1628 M)
6. Safi Mirza (1628-1642 M)
7. Abbas II (1642-1667 M)
8. Sulaiman (1667-1694 M)
9. Husein I (1694-1722 M)
10. Tahmasp II (1722-1732 M)
11. Abbas III (1732-1736 M)
1. Isma'il I (1501-1524 M)
2. Tahmasp I (1524-1576 M)
3. Isma'il II (1576-1577 M)
4. Muhammad Khudabanda (1577-1587 M)
5. Abbas I (1587-1628 M)
6. Safi Mirza (1628-1642 M)
7. Abbas II (1642-1667 M)
8. Sulaiman (1667-1694 M)
9. Husein I (1694-1722 M)
10. Tahmasp II (1722-1732 M)
11. Abbas III (1732-1736 M)
Ismail I berhasil memperluas kerajaan Safawi ke berbagai wilayah seperti ke Hamadan (1503 M),propinsi Kaspia di Nazandaran,Gurgan dan Yazd (1504 M),Diyar Bakir (1508 M),Syirwan (1509 M) dan Khurasan (1504 M).Selama kurang lebih sepuluh tahun kerajaan Safawi telah menjadi pemimpin untuk seluruh wilayah Persia dan bagian timur bulan sabit subur.Kerajaan Safawi inilah yang menggantikan pengaruh kerajaan mughal dari keturunan Timur lank di Persia.Sebab Mongol islam memindahkan pusat pemerintahannya ke Afganistan semenjak tahun 1500 M.
Pertumbuhan dan perkembangan Safawi sangat pesat terjadi pada masa sultan Syah Abbas yaitu sultan ke lima (1558-1629 M) beliau bergelar Sultan Syah Abbas yang agung.Syah Abbas berhasil membangun angkatan perang yang sangat tangguh di teluk Persia itu.Pada tahun 1602 M Syah Abbas dapat menggabungkan kerajaan dengan wilayah Syirwan,Kaukasus dan pulau Hurmu kemudian mengubah pelabuhan gurmun menjadi pelabuhan Bandar Abbas.Pulau ini kemudian dijadika pusat perdagangan dan sampai sekarang tetap bernama Bandar Abbas.Pada saat itu pusat pemerintahan Safawi berada di Isfahan.Di ibu kota yang baru ini ia membangun istana dan mesjid-mesjid yang megah.Diantaranya adalah istana 60 tiang (Chihil Sutun).Dibanuh pula jembatan di atas sebagai Zandarida untk menghubungkan kota lama (Kozwan) ke kota baru (Isfahan) juga di bangun taman bunga yang di kenal dengan nama 4 penjuru atau yarbag.
Langkah-langkah yang ditempuh oleh Abbas I dalam rangka memulihkan kerajaan Safawi adalah:
1. Berusaha menghilangkan dominasi pasukan Qizilbash dengan cara membentuk pasukan baru yang berasal dari budak-budak dan tawanan perang bangsa Georgia, Armenia dan Sircassia.
2. Mengadakan perjanjian damai dengan Turki Usmani dengan jalan menyerahkan wilayah Azerbaijan, Georgia, dan disamping itu Abbas berjanji tidak akan menghina tiga Khalifah pertama dalam Islam (Abu Bakar, Umar dan Usman) dalam khutbahkhutbah Jum'at. Sebagai jaminan atas syarat itu, Abbas menyerahkan saudara sepupunya Haidar Mirza sebagai sandera di Istambul (Borckelmann, 1974:503).
2. Mengadakan perjanjian damai dengan Turki Usmani dengan jalan menyerahkan wilayah Azerbaijan, Georgia, dan disamping itu Abbas berjanji tidak akan menghina tiga Khalifah pertama dalam Islam (Abu Bakar, Umar dan Usman) dalam khutbahkhutbah Jum'at. Sebagai jaminan atas syarat itu, Abbas menyerahkan saudara sepupunya Haidar Mirza sebagai sandera di Istambul (Borckelmann, 1974:503).
Salah satu kunci keberhasilan Syah Abbas I ialah pandangan politiknya yang sangan toleran dan tidak bersifat dictator.Syah Abbas I member kekuasaan kepada rakyatnya untuk memilih madhab yang dianut dalam mengajarkan agama.Mazhab syiah yang dinyatakan secara resmi sebagai mazhab kerajaan tidak dipaksakan kepada penduduk yang bermazhab sunni.Bahkan pendeta-pendeta nasranipun boleh mengajarkan agama kristen kepada penduduk yang beragama Kristen.Ketika daerah Armenia yang mayoritas pendududknya Kristen menjadi bagian dari kerajaan Safawi maka mereka dibebaskan untuk menjalankan agama Kristen.
Sultan Safawi yang terakhir bernama Husain Syah umumnya sultan sesudah Abbas I lemah dan mudah dipengaruhi oleh keadaan politik di luar Safawi,Akhirnya sekitar tanggal 12 Oktober 1722 kerajaan Safawi resmi dibangun menjadi bagian wilayah kekuasaan kerajaan Mughal di India yang dipimpin oleh Mir Muhammmad Khan.
D. Kemajuan Dan Perkembangan Peradaban di Masa Kerajaan Safawi
Kemajuan dan perkembanan peradaban islam pada masa kerajaan Safawi dipengaruhi oleh :
a. Sikap pemimpin Safawi terhadap kebudayaan dan peradaban itu sendiri.
b. Pandangan politik para pemimpin Safawi terutama dalam hal perbedaan madzhab.
Pada masa kerajaan Safawi lahir beberapa tokoh yang mengembangkan filsafat,seni,dan kebudayaan terutama yang bercorak Persia begitu juga ekonomi berkembang sangat baik.
1) Bidang ekonomi
Setelah kepulauan Hurmuz dan pelabuhan Gumrud yang diganti namanya dengan Bandar Abbas dikuasai Safawi maka terbukalah jalur perdagangan antara laut timur dengan barat disamping sector perdagangan.Kerajaan Safawi juga mengalami kemajuan di sector pertanian terutama di daerah bulan sabit subur ( Fertile crescen ).
2) Bidang ilmu pengetahuan
Sepanjang sejarah Islam Persia di kenal sebagai bangsa yang telah berperadaban tinggi dan berjasa mengembangkan ilmu pengetahuan
Pada masa ini dunia islam memiliki pemikir besar antara lain :
a. Baha’uddin Al-amili sebagai ilmuan yang menguasai beberapa bidang ilmu pengetahuan.
b. Sadruddin Asy-Syirazi sebagai filosof
c. Muhammad al-Baqir bin Muhammad Damad sebagai filosof ahli sejarah dan teolog.Beliau seorang yang pernah mengadakan observasi tentang kehidupan lebah (Brockelmann, 1974:503-504).
3) Bidang perkembangan fisik dan seni
Kemajuan bidang seni arsitektur ditandai dengan berdirinya sejumlah bangunan megah yang memperindah Isfahan sebagai ibu kota kerajaan ini. Sejumlah masjid, sekolah, rumah sakit, jembatan yang memanjang diatas Zende Rud dan Istana Chihil Sutun. Kota Isfahan juga diperindah dengan kebun wisata yang tertata apik. Ketika Abbas I wafat, di Isfahan terdapat sejumlah 162 masjid, 48 akademi, 1802 penginapan dan 273 pemandian umum. Unsur lainnya terlihat dalam bentuk kerajinan tangan, keramik, permadani dan benda seni lainnya.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Kerajaan Safawi pada awalnya berasal dari sebuah tarekah yang bernama Safawi,pendiri kerajaan Safawi yaitu Syah ismail (Ismail I) pada tahun 907 H/1501 M di Tabriz.Pada masa kerajaan ini mengalami beberapa kemajuan diantaranya yaitu dalam bidang ekonomi,bidang ilmu pengetahuan,dan bidang pembangunan fisik dan seni.
DAFTAR PUSTAKA
Diakses dari http://politik.mitrasites.com/kerajaan-safawi-di-persia.html


0 komentar:
Posting Komentar